Tips Agar Percaya Lagi Pada Suami yang Pernah Berbohong

 
Tak mudah membangun kembali kepercayaan seperti sedia kala ketika mendapati pasangan berbohong atau berselingkuh. Walau begitu, bukan berarti hubungan pernikahan Anda tak bisa diselamatkan.

Menurut Sheri dan Bob Stritof, pakar penikahan, ada banyak cara untuk mengembalikan kepercayaan. Berikut cara-cara tersebut, seperti yang dikutip dari About.com :

1. Buat keputusan untuk tetap mencintai pasangan dengan mencoba melupakan masa lalu. Berhentilah terobsesi dengan kesalahan si dia yang membuat kepercayaan Anda runtuh.

2. Yakinkan diri Anda untuk memaafkan kesalahan yang telah diperbuat pasangan.

3. Buat kembali komitmen serta tujuan pernikahan bersama-sama agar kehidupan rumah tangga Anda kembali pada jalur yang benar.

4. Jika Anda merasa sangat terluka, berbagilah perasaan sakit Anda itu kepada pasangan. Sedangkan si dia harus mengakui bahwa luka hati Anda disebabkan oleh perilakunya.

5. Dengarkan alasan atau apapun yang dikatakan pasangan dengan hati, bukan hanya dengan kepala saja.

6. Hindari menggunakan kata-kata yang memicu konflik. Menggunakan kata seperti "selalu", "tidak pernah", atau "seharusnya" tidak akan memperbaiki keadaan.

7. Tak ada salahnya jika Anda menemui seorang pakar pernikahan, karena ada kalanya pernikahan yang berada di ujung tanduk membutuhkan saran yang objektif. Hal ini berguna agar kedua belah pihak bisa melihat masalah dari cara pandang yang berbeda, lalu memahaminya dan mau memaafkan satu sama lain.

8. Minta pasangan untuk selalu jujur ketika ditanya mengenai masalah perselingkuhannya. Karena Anda pantas mendapatkan itu.

9. Rasa kesal dan marah membuat Anda ingin membalas perbuatannya dengan melakukan perselingkuhan juga. Aksi balas dendam ini tidak akan menyelesaikan masalah, malah membuat keadaan lebih buruk dan rumit.

Sheri dan Bob Stritof menjelaskan bahwa membangun kembali kepercayaan setelah dikhianati membutuhkan waktu yang bervariasi. 
 
Ada beberapa orang yang bisa mengampuni pasangannya hanya dalam waktu sebentar, namun ada pula yang membutuhkan waktu lama. Selain waktu, Anda juga membutuhkan kesabaran, kejujuran, komitmen baru, perasaan cinta dan pengampunan agar kepercayaan bisa terbangun kembali.